Teks Ceramah Agama Tentang Sabar

image

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nasta’in waala umuriddunya waddin wassalatu wassalamu ala asrofil ambiya’i wal mursalin waala alihi wasohbihi ajma’in ama ba’du

Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmatnya yang telah diberikan kepada kita semua. Nikmat sehat, nikmat taufik hidayah inayah, dan nikmat yang paling besar adalah nikmat Iman & Islam. Shalawat serta salam tak lupa kita sanjungkan keharibaan nabi besar Muhammad SAW

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang “sabar”. Sabar berasal dari kata “sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari perbuatan dosa. Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba, karena dengan kesabaran sesorang akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.

Sabar merupakan ajaran yang banyak sekali disinggung dalam Al-Qur’an maupun hadis, sehingga manusia senantiasa diarahkan untuk selalu bersabar dalan kehidupannya. Kesabaran yang sebenarnya adalah kemampuan dalam mengendalikan sikap, sehingga bisa dengan ikhlas dan rela hati menerima kondisi yang sedang dihadapinya demi mendapat balasan yang baik di akhirat.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah:153

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan kepada orang-orang yang beriman bahwa Allah akan selalu beserta mereka yang menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Allah juga menjanjikan kedudukan yang tinggi (di surga) bagi hamba-hambanya yang bersabar. Seperti firman Allah dalam QS Al-Furqaan:75
“Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.

Demikian saya akhiri, kurang lebihnya mohon maaf. Kesempurnaan milik Allah, kesalahan milik saya. Wabilahi taufik wal hidayah, wa ridho wal inayah, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

usaha menjadi pribadi yang mandiri

usaha jadi pribadi yang mandiri adalah adalah salah satu langkah supaya kita menjadi pribadi yang mandiri tidak bergantung padaa orang lain dan melakukan semuanya sendiri.

Untuk dapat menjadi mandiri berikut tips tipsnya:

  • Memahami dan menerima diri sendiri secara objektif, poisitif da dinamis.4)
  • Memahami dan menerima lingkungan secara objektif, positif, dan dinamis
  • Percaya diri
  • Mulailah melakukan hal hal sendiri
  • Mulai berpergian sendiri
  • Masak sendiri

Cara Membangun Kerja Sama Di Sekolah, Tempat Kerja, Dan Masyarakat

gambar-mewarnai-kerja-bakti+%2814%29

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Kita pasti membutuhkan peran orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Termasuk dalam mencapai tujuan di sekolah, tempat kerja ataupun masyarakat kita membutuhkan orang lain untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Salah satu caranya yaitu dengan membangun kerja sama. Kerja sama sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan baik itu dilingkungan sekolah, tempat kerja maupun masyarakat. Berikut ini saya akan menjelaskan cara membangung kerja sama disekolah, tempat kerja dan masyarakat untuk mencapai tujuan. Cekidot……

Menghilangkan Sikap Egois

Setiap diri manusia pasti memiliki sikap egois. Untuk membangun kerja sama yang baik dimana pun kita berada, menghilangkan sikap egois sangat penting. Walaupun tidak dapat menghilangkan seluruhnya, yaa minimal sikap egoisnya di minimalisir gitu. Dengan salah satu cara ini hubungan kerja sama akan berjalan, dan memudahkan kita untuk mencapai tujuan.

Memunculkan Sikap Kebersamaan

Sikap kebersamaan sangat penting dalam hubungan kerja sama. Dengan adanya sikap kebersamaan maka hubungan kerja sama akan terjalin demi mencapai suatu tujuan.

Membiasakan Adanya Musyawarah Sebelum Mengambil Keputusan

Dalam kerja sama, musyawarah sangat dibutuhkan sebelum mengambil keputusan. Sehingga semua mendapat kesempatan untuk memberikan usul-usul dalam kerja sama. Hubungan kerja sama akan berjalan dengan baik karna adanya musyawarah.

Nah, ketiga cara tersebut harus kita terapkan dalam melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan. Mungkin hanya itu yang dapat saya jelaskan. Kurang lebihnya mohon maaf. Thankieess^^

Lirik Lagu Kyuhyun “At Gwanghwamun”

kyuhyun1

Neon eottaenneunji, ajik yeoreumi nama
Waenji nan jogeum jichyeotdeon haru
Gwanghwamun garosu eunhaengip muldeul ttae
Geujeya gogael deureosseonna bwa

Nuni busige banjjagideon
Uri dureun imi nami doeeotjanha
Ne pum aneseo sesangi nae geosieotdeon
Cheoreopdeon sijeoreun annyeong

Oneul babocheoreom
Geu jarie seo inneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji annneun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son japgo geotdeon gieoge
Tto dwidora bwa nega seo isseulkka bwa

Nan moreugesseo sesang saraganeun ge
Neul dareun nugul chatneun il inji
Keopi hyang gadeukhan i gil chajaomyeo
Geujeya jogeum useotdeon naya

Cheoeumieosseo
Geutorok nal tteollige han sarameun
Neoppunijanha
Nuguboda deo sarangseureopdeon nega
Wae naegeseo tteonaganneunji

Oneul babocheoreom
Geu jarie seo inneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji annneun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son japgo geotdeon gieoge
Tto dwidora bwa
Nega seo isseulkka bwa

Geu jarieseo maeil araga
Jogeumssik byeonhaeganeun nae moseubeun
Meon hutnaren geujeo useojwo

Nan haengbokhae
Oneul yeogin geu ttaecheoreom areumdauni

Gwaenhi babocheoreom
I jarie seo inneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji annneun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo (naneun haengbokhae)
Gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa
Nega seo isseulkka bwa

Sikap Remaja Yang Tepat Dalam Menghadapi Musim Hujan

IMG_20140906_205717                   IMG_20140906_182518

Di bulan November ini sudah memasuk musim hujan. Sebagai ramaja, kita harus tahu bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi musim hujan, agar kita tidak terserang penyakit dan tetap sehat. Berikut akan saya jelaskan sikap yang tepat dalam menghadapi musim hujan. Disimak yaaaaaaa^^

  1. Berinisiatif melakukan kerja bakti bersama teman dan masyarakat sekitar untuk membersihkan selokan, kali, dll.
    Karena, jika selokan dipenuhi dengan sampah maka saat hujan turun air tidak dapa mengalir sehingga itu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
  1. Tidak membuang sampah sembarangan.
    Sampah yang berserakan dan menumpuk merupakan sumber penyakit. Apalagi jika musim hujan sampah dapat menyebabkan banjir dan menyebarkan penyakit.
  1. Menyiapkan jas hujan, payung, dsb.
    Para remaja khusus nya para pelajar dan pekerja sebelum berangkat melakukan aktivitasnya, mereka harus menyiapkan alat untuk pelindung dari hujan agar pakaian tidak basah.

Tetapi selain sikap dalam menghadapi musim hujan seperti diatas, kita juga perlu menjaga kesehatan saat musim hujan agar tubuh kita tetap terjaga dan tidak gampang terkena penyakit. Berikut tips menjaga kesehatan saat musim hujan:

  1. Rajin olahraga

Kita harus rajin berolahraga, karna olahraga dapat menyehatkan tubuh kita dan menjaga stamina         kita agar tetap stabil.

  1. Istirahat yang cukup
    Kurang istirahat juga dapat menjadi penyebab terserangnya penyakit, karna kita tidak memberikan kesempatan pada organ-organ tubuh untuk beristirahat. Maka dari itu, istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat.
  2. Rajin minum vitamin
    Vitamin berguna untuk menjaga system imun dan menjaga kekebalan tubuh. Umumnya, pada saat musim hujan tubuh kita cenderung lebih mudah terserang penyakit. Maka dari itu rajin minum vitamin sangat penting untuk tetap menjaga kondisi tubuh kita agar tetap sehat dan fiit.
  3. Makan makanan yang bergizi
    Makanan adalah hal penting dalam kehidupan. Makanan dapat memberikan kita energy atau kekuatan dalam melakukan aktivitas. Pada saat musim hujan, makanan yang kita konsumsi juga harus diperhatikan agar makanan itupun tidak menyerang kesehatan tubuh kita sendiri.
  4. Hindari bermalas-malasan
    Saat musim hujan tiba, umumnya orang-orang lebih suka bermalas-malasan. Baik itu tidur atau duduk hingga bosan. Walaupun musim hujan telah berlangsung, sebaiknya kita sibukkan diri kita dengan hal-hal yang positif agar waktu tidak terbuang sia-sia. Bermalas-malasan juga dapat memicu rasa manja yang berlebihan dan virus-virus penyakit mudah masuk.
  5. Selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar
    Kita harus selalu menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan tidak ada tumpukan sampah. Jika  banyak sampah yang tidak kita buang pada tempatnya dapat mengakibatkan banjir pada saat musim hujan tiba.

Sekian yang dapat saya jelaskan, semoga bermanfaat. Terima kasih🙂

Berfikir, bersikap positif dan menjadi pribadi yang mandiri menuju alumni yang sukses

Assalamualaikum wr.wb

Kali ini saya ingin membahas tentang Berfikir, bersikap positif dan menjadi pribadi yang mandiri menuju alumni yang sukses. Disimak yaaaaaa😀

Menjadi orang sukses, harus menjadi orang yang berguna dan sangat-sangat produktif. Caranya sederhana mulailah dengan cara berpikir positif. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, Anda akan lebih mudah lagi untuk melangkah kedepan menjadi orang yang sangat-sangat produktif. Untuk bisa meraih kesuksesan, Anda harus banyak dan cepat mengumpulkan berbagai keberhasilan-keberhasilan.

Berfikir positif merupakan hal yang penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Untuk menghadapi suatu permasalahan dalam hidup, bisa melihat diri dalam berbagai aspek khususnya dalam memecahkan permasalahan, namun berfikir positif juga perlu bahkan harus di dukung dengan usaha untuk berubah menjadi lebih baik.

Berfikir positif bukan suatu tujuan melainkan suatu jalan untuk mencpai manfaat yang diantaranya,mengatasi stress,menjadi lebih sehat,percaya diri,bisa mengambil keputusan,bisa meningkatkan konsentrasi,bisa mengatur dengan baik,lebih sukses dalam hidup,memiliki banyak teman,menjadi pembrani dan hidup lebih baik.

Biasakan Berpikir dan Berkata positif : Harus dan selalu Optimis. Umumnya orang berkata, “Ini bisa, tapi gimana ya, kok sulit”, jika ingin sukses berkatalah, “Memang ini sulit, tetapi ini bisa diselesaikan”.Tidak suka menunda-nunda pekerjaan.

Umumnya orang berkata, “Nanti saja mengerjakan ini, kita masih punya banyak waktu kok”, jika ingin sukses berkatalah, “kerjakan sekarang, jika memang perlu dikerjakan”.Cintai pekerjaan Anda.
Umumnya orang berkata, “Lakukanlah pekerjaan yang disenangi”, jika ingin sukses berkatalah, “Senangi semua pekerjaan yang dilakukan”.Senang menghadapi tantangan.
Umumnya orang berkata, “Masalah adalah bagian dari hambatan”, jika ingin sukses berkatalah, “Masalah adalah bagian dari tantangan”.Mempunyai harapan yang tinggi.
Umumnya orang berkata, “Sudahlah kita berhenti saja, tak ada harapan lagi kita untuk sukses”, jika ingin sukses berkatalah, “Jangan berhenti, siapa tahu keberhasilan itu akan segera datang”.Berjiwa produktif.
Umumnya orang berkata, “Lingkungan telah membuat saya menjadi seorang pemalas”, jika ingin sukses berkatalah, “Meskipun lingkungan saya malas, saya tetap menjadi seorang yang rajin, saya adalah Tuan bagi diri saya sendiri”.Tidak tergantung dengan satu harapan.
Umumnya orang berkata, “Tak ada harapan lagi disini”, jika ingin sukses berkatalah, “Jika disini tidak ada harapan, maka harapan tersebut ada di tempat lain”.

Berpikir dan berkata positif merupakan langkah awal untuk menjadi orang sukses. Dengan demikian kita selalu bisa menghadapi semua permasalahan dalam hidup dengan sikap yang lebih positif yaitu tentang hal-hal yang baik atau bermanfaat.

Bagaimanakah caranya agar seseorang dapat menerapkan konsep berpikir
positif dalam kehidupan?

Pada dasarnya, ada sejumlah point yang harus dipelajari :

1 . Belajarlah untuk berpikir kritis, dimana kita harus mempertimbangkan
adanya hal-hal yang membentuk suatu masalah dari berbagai sisi.
Contohnya : dengan tidak mudah menerima adanya informasi atau berita
yang tidak atau belum pasti kebenarannya. Pola berpikir kritis juga kita terapkan terhadap pendapat, tanggapan, atau pandangan orang lain, dimana sikap kritis tersebut bermanfaat untuk memberikan perbandingan apakah alur pemikiran kita sudah benar atau belum.

  1. Sebelum bertindak atau mengambil keputusan, berpikirlah terlebih
    dahulu. Jangan bertindak atau mengambil keputusan terlebih dahulu, baru
    memikirkan kenapa kita bertindak atau membuat keputusan demikian.
  2. Bersikaplah terbuka terhadap segenap pendapat atau masukan dari orang
    lain. Dalam hal ini, kita harus selalu bersedia dikoreksi orang lain
  3. Sebelum mengambil keputusan penting, bersikaplah hati-hati dan buatlah
    perhitungan-perhitungan yang sesuai dengan logika atau cara berpikir
    dengan nalar yang benar, untuk menghindari keluarnya sebuah keputusan
    yang diambil secara gegabah.
  4. Perluas wawasan dan asah terus kemampuan analisis kita terhadap
    permasalahan yang ada sehingga kita tidak cepat menghadirkan prasangka
    atau penilaian buruk pada orang lain atau pada situasi yang memerlukan
    penilaian tepat dan benar.
  5. Biasakan melakukan kegiatan check dan recheck untuk setiap informasi
    yang kita ragukan kebenarannya.
  6. Selalu menanamkan pikiran optimis dalam benak pikiran kita.
  7. Berusahalah untuk tidak mempersulit orang lain, namun ajari orang lain
    untuk dapat berpikir dengan cara-cara yang benar dalam mengambil
    keputusan.
  8. Selalu bersikap tenang pada saat ingin mengambil keputusan.
  9. Sebelum mengambil keputusan, pertimbangkan segala sesuatunya dengan
    seksama
  10. Jangan kita selalu menganggap benar terhadap segala sesuatu yang kita
    sukai, dan cepat menolak untuk setiap pendapat, saran, atau tanggapan
    yang diberikan orang lain.
  11. Bersikaplah jujur pada diri sendiri, dengan belajar dari kesalahan,
    mengakui adanya kekurangan serta kelebihan dalam diri kita, dan tidak
    mudah terpancing oleh hal-hal praktis namun sesungguhnya kepraktisan
    itu bukanlah konsep berpikir yang benar. Apabila semuanya itu bisa kita lakukan atau terapkan, maka kita telah melatih diri kita untuk selalu berpikir positif untuk setiap peristiwa yang harus kita hadapi dalam hidup ini, meskipun mood kita sedang tidak baik.

Curhatan seorang fangirl

Annyeeeeoongggg^^
Lama nih gak update hoho. Kali ini gue cuma mau cerita susah senangnya jadi seorang fangirl nih hehe xD. Udah sekitar 2 tahun lebih gue masuk ke dunia fangirl K-pop dan itu gue jadi fangirl-nya Super Junior:)
Menurut gue jadi fangirl super junior itu rame rasanya hehe😀 antara senang dan sedih dehhh.
Senangnya? Banyakk banget hal yang bikin gue senang karna jadi bagian dari fangirl ELF. Disini gue bisa kenal sama orang-orang yang juga menggilai member super junior seperti gue xD, bisa ngeliat aksi spektakuler super junior diatas panggung *meskipun gue liatnya cuma dibalik layar:'(* , sampai liat aksi kocak bin gokil member super junior yang menurut gue kadang kayak anak idiot hehe *peace oppa :v*. Pokoknya senangnya jadi ELF tuh banyak banget dehh gabisa gue jelasin satu-satu disini. And I proud to be an ELF:)
Next, gue mau bahas sedihnya jadi fangirl. Meskipun sedihnya itu ga sebanyak senangnya tetep aja gue ngerasain sedihnya jadi fangirl. Sedihnya itu apa??? Mungkin jawabannya sama seperti kebanyakan fangirl yang lain(?) Yaitu adalaaaaaahhhhhhhhh ketika bias konser kita sebagai fangirl gabisa ngelive konser mereka. Entah itu gabisa ngelive karna dompet yang ga mendukung atau karna izin dari orangtua yang ga mendukung. Intinya itu yang bikin gue sedih jadi fangirl. Sumpah itu sedih pake bangettttt:”””(
Menurut gue sih sedihnya jadi fangirl cuma itu. Selebihnya senang semua woohoooooo:D udah kali ya curhatnya, intinya gue gapernah nyesel jadi bagian dari fangirl super junior. Super Junior, Saranghaja!❤

Dunia pegaulan dan etika dalam pergaulan

Masa remaja merupakan masa yang sangat kritis, masa untuk melepaskan ketergantungan terhadap orang tua dan berusaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa. keberhasilan para remaja melalui masa transisi sangat dipengaruhi oleh faktor biologis, kognitif, psikologis, maupun faktor lingkungan. dalam kesehariannya,remaja tidak lepas dari pergaulan dengan remaja lain. remaja dituntut memiliki keterampilan sosial (social skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. keterampilan-keterampilan tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hubunan dengan orang lain, mendengarkan pendapat/ keluhan dari orang lain, memberi / menerima umpan balik, memberi/ menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku, dan lain-lain.

Dalam bergaul juga harus menggunakan etika. Nih, prinsip-prinsip etika pergaulan:

  1. Hak dan kewajiban
    Hak kita memang layak untuk kita tuntut, tapi juga jangan sampai meninggalkan kewajiban kita sebagai makhluk sosial.
    Tertib dan disiplin
    Selalu tertib dan disiplin dalam melakukan setiap aktivitas. Disiplin waktu biar nggak keteteran.
    3. Kesopanan
    Senantiasa menjaga sopan santun, baik dengan teman sebaya atau orang tua dan juga guru dimanapaun dan kapanpun.
    4. Kesederhanaan
    Bersikaplah sederhana layaknya Rasulullah SAW.
    5. Kejujuran
    Jujur akan membawa kita ke dalam kebenaran. Bersikap jujurlah walau itu pahit.
    6. Keadilan
    Senantiasa bersikap adil dalam bergaul. Tidak membeda-bedakan teman.
    7. Cinta Kasih
    Saling mencintai dan menyayangi teman kita agar terhindar dari permusuhan.
    8. Suasana & tempat pergaulan kita
    Ini sangat penting juga kita. Mesti diperhatiin yaa

Ada beberapa factor yang mempengaruhi pergaulan remaja, diantaranya:

  1. Kondisi fisik

Penampilan fisik merupakan aspek penting bagi remaja dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mereka biasanya mempunyai standar-standar tertentu tentang sosok fisik ideal yang mereka dambakan. Misalnya, standar cantik adalah postur tinggi, tubuh langsing dan berkulit putih. Namun tentu saja tidak semua remaja memiliki kondisi fisik se ideal itu. Karenanya, remaja harus bisa belajar menerima dan memanfaatkan bagaimanapun kondisi fisik seefektif mungkin. Remaja harus menanamkan keyakinan bahwa keindahan lahiriah bukannya makna kecantikan yang sesungguhnya. Kecantikan sejati justru bersumber dari hati nurani, akhlak, serta kepribadian yang baik.

  1. Kebebasan Emosional

Pada umumnya, remaja ingin memperoleh kebebasan emosional. Mereka ingin bebas melakukan apa saja yang mereka suakai. Dalam masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, seorang remaja senantiasa berusaha agar pendapat atau pikiran-pikirannya, diakui dan disejajarkan dengan orang dewasa. Dengan demikian, jika terjadi perbedaan pendapat anatara anak dan orang tua, maka pendekatan yang bersifat demokratis dan terbuka akan terasa lebih bijaksana. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangun rasa saling pengertian dimana masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Saling pengertian juga dapat dibangkitkan dengan bertukar pengalaman atau dengan melakukan beberapa aktivitas tertentu bersama-sama dimana orang tua dapat menempatkan diri pada situasi remaja dan sebaliknya. Inti dari metode pemecahan konflik yang aman antara orang tua dan anak adalah menjadi pendengar yang aktif.

  1. Interaksi sosial.

Kemampuan untuk melakukan interaksi sosial juga sangat penting dalam membentuk konsep diri yang positip, sehingga seseorang mampu melihat dirinya sebagai orang yang kompeten dan disenangi oleh lingkungan. Dia memiliki gambaran yang wajar tentang dirinya sesuai dengan kenyataan yang ada ( tidak di kurangi atau dilebih-lebihkan).

  1. Pengetahuan terhadap kemampuan diri

Setiap kelebihan atau potensi yang ada dalam diri manusia sesungguhnya bersifat laten. Artinya harus terus digali dan dan terus dirangsang agar keluar secara optimal. Kita melihat sejauh mana potensi itu ada dan dijalur mana potensi itu terkonsentrasi untuk selanjutnya diperdalam, hingga dapat melahirkan karya yang berarti. Dengan menerima kemampuan diri secara positip, seorang remaja diharapkan lebih mampu menentukan keputusan yang tepat terhadap apa yang akan ia jalani, seperti memilih sekolah atau jenis kegiatan yang diikuti

  1. Penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral dan agama

William James, seorang psikolog yang mendalami psikologi agama, mengatakan bahwa orang yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai agama cenderung mempunyai jiwa yang lebih sehat. Kondisi tersebut ditampilkan dengan sikap positip, optimis, spontan, bahagia, serta penuh gairah dan vitalitas. Sebaliknya, orang yang memandang agama sebagai suatu kebiasaan yang membosankan atau perjuangan yang berat dan penuh beban akan memiliki jiwa yang sakit. Dia akan dihinggapi oleh penyesalan diri, rasa bersalah, murung, serta tertekan.

Prinsip Dasar Pergaulan Yang Sehat

Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem, yaitu terlalu sensitive (menutup diri) atau terlalu bebas. Konsep pergaulan semestinya lebih di tekankan kepada hal-hal positif, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah wawasan.

Ada beberapa prinsip dasar pergaulan yang sehat yang perlu di perhatikan agar pergaulan, dapat berjalan sebagai mana yang di harapkan, prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan

Seperti kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti akan membutuhkan manusia lain. Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita tidak menjadi manusia paling egois dan merasa paling benar. Anda pastinya tahu kenapa manusia di ciptakan berbeda-beda? Supaya manusia bisa saling mengenal, saling membantu dan saling menutupi kekurangan masing-masing dengan kelebihan yang kita punya. Contohnya saja orang miskin butuh orang kaya, atasan butuh bawahan, bawahan butuh atasan, petani butuh penjual cangkul, penjual cangkul butuh, pandai besi, wanita butuh laki-laki, pelajar butuh seorang guru, presiden butuh rakyat, penulis butuh penerbit, penerbit juga butuh penulis, dan masih banyak yang lain. Tapi intinya kita saling membutuhkan, jika ha ini sudah melekat dalam jiwa kita, maka kita akan ebih mudah dalam bergaul dengan orang lain secara sehat.

  1. Hubungan memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak

Hubungan yang baik adalah hubungan yang saling menguntungkan. Saya yakin anda tidak suka di rugikan demikian sebaliknya orang lain juga tidak suka kita rugikan. Dari itulah salah satu dasar pergaulan sehat yang lain adalah simbiosis mutualisme. Jangan sampai kita berpikir untuk merugikan orang lain, berpikir saja kita tidak di berbolehkan apalagi kita melakukannya. Ketika seseorang hidup dengan penuh rasa respek dan saling menguntungkan maka hubungan yang harmonis akan lebih mudah terjalin antara.

  1. Saling menghormati dan menghargai

Satu kata yang selalu saya ingat jika kita ingin di harga dan di hormati orang lain, maka kita harus lebih dulu bisa menghargai dan menghormati orang lain. Mengahargai dan menghormati orang lain ini bisa di lakukan dengan banyak hal seperti menghargai dan menghormati pendapat orang lain, menghargai dan menghormati cara beribadah orang lain, menghargai dan menghormati adat istiadat orang lain, menghargai dan menghormati cara berpikir orang lain dan sebagainya. Hal ini penting di lakukan untuk membangn sebuah hubungan yang positif dengan orang lain.

  1. Tidak berprasangka buruk

Agama menapun jelas melarang seseorang untuk berprasangka buruk kepada orang lain. Karena prasangka buruk hanya akan mendatangkan masalah dan permusuhan antara kita dengan orang lain. Hal ini tentunya harus kita hindari, jika kita ingin membangu sebuah hubungan yang sehat denngan orang lain.

  1. Saling memahami perbedaan

Manusia di lahirkan dengan berbagai macam perbedaan, baik itu dari segi fisik, psikologis, ras, suku, budaya dan lain-lain. Setiap manusia itu memiliki keunikan tersendiri, karena hal inilah kita harus memahami perbedaan tersebut. Apa yang kita rasa cocok untuk diri kita belum tentu cocok untuk orang lain, apa yang kita pikir benar belum tentu juga benar menurut orang lain, apa yang kita rasa baik buat diri kita belum tentu baik untuk orang lain. Sadarilah hal ini dengan baik, supaya kita bisa menjalin hubungan yang lebih sehat dan kondusif.

  1. Saling memberikan nasihat

Orang bijak berkata teman yang baik adalah teman yang selalu mengajak ke jalan yang baik dan mencegah ke jalan yang tidak baik. Ini juga salah satu prinsip pergaulan yang sehat. Dengan saling memberikan nasehat, kita secara tidak langsung, menjalin hubungan yang lebih sehat bukan hanya untuk dunia saja, tapi juga untuk akhirat kelak. Untuk itu janganlah bosan untuk memberikan nasehat kepada orang lain, apalagi mereka adalah teman kita.

Memahami Etika dalam pergaulan

  1. Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai
    pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. Etiket adalah menetapkan cara, untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.
    2. Etika adalah nurani (bathiniah), bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.
    3. Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan yang salah harus mendapat sanksi.
    Etiket bersifat relatif, yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya.
    4. Etika berlakunya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.

Pergaulan adalah interaksi antarindividu dalam mengenal lingkungan sosialnya, bisa bersifat luas yakni pergaulan dengan banyak orang atau sering bergaul dengan orang lain.

Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma sosial, kesusilaan dan kesopanan yang berlaku.

Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.

Dunia bergaul identic dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar istilah “kuper” atau kurang pergaulan. Remaja dianggap kuper apabila remaja tersebut kurang bahkan kemungkinan sekali tidak pernah bergaul setidaknya dengan teman-teman sebaya, di sekolah maupun dei luar sekolah sehingga menjadi bahan tertawaan karena ketinggalan berita.

Dalam bergaul, kita juga sebaiknya pandai menempatkan diri dan dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih muda. Orang yang lebih tua atau yang dituakan harus kita hormati, yang sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.

Agar terjadi hubungan yang selaras, serasi, sesuai dengan etika pergaulan, seseorang perlu bersikap antara lain:

  1. Perhatian terhadap orang lain.
  2. Menghormati orang yang lebih tua atau yang dituakan, teman sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.
  3. Mengetuk pintu jika akan memasuki suatu ruangan.
  4. Memberi salam jika berjumpa seseorang.
  5. Mohom maaf jika melakukan kesalahan.
  6. Melakukan perintah dengan wajah cerah.
  7. Dapat menempatkan diri.
  8. Sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  9. Rendah hati dan tidak ingin menang sendiri.
  10. Siap memberi bantuan sesuai dengan batas kemampuan.
  11. Mengucapkan terima kasih jika menerima bantuan dari orang lain.
  12. Tidak membeda-bedakan sesama dalam pergaulan.

JENIS-JENIS PERGAULAN

Dunia pergaulan banyak jenisnya. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor umur, pekerjaan, keterikatan, lingkungan dan sebagainya.

  1. Faktor umur

Faktor umur menentukan bentuk hubungan sosialisasi pelaku. Usia anak-anak berbeda dengan usia remasa, usia dewasa, usia orang tua, usia lanjut dan sebaginya. Dapat dikatakan baik, apabila bentuk pergaulan itu dilakukan oleh dan untuk umur sebaya.

  1. Faktor pekerjaan

Faktor pekerjaan berpengaruh juga terhadap bentuk pergaulan. Perilaku pergaulan antara orang-orang kantor akan berbeda dengan orang-orang di lapangan, pekerja pabrik, pekerja bangunan, pekerja di terminal dan sebagainya.

  1. Faktor keterikatan

Faktor keterikatan, misalnya pelaku organisasi sosial, organisasi partai politik, peserta didik tentu cara bergaulnya juga akan berbeda.

  1. Faktor lingkungan

Pergaulan dalam lingkungan masyarakat yang macam pendidikan, kegiatan, status sosialnya sangat berbeda-beda, dan heterogen memerlukan penyesuaian yang sangat ekstra hati-hati.

 

DAMPAK DARI PERGAULAN

Pergaulan adalah interaksi antarindividu dalam mengenal lingkungan sosialnya. Melalui pergaulan diperoleh manfaat sebagai berikut:

  1. Lebih mengenal nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu.
  2. Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing perlu dihargai.
  3. Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri.
  4. Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani.

Memilih pergaulan yang tepat memang tidaklah mudah, sebab kadangkala pergaulan yang negatif justru lebih menyenangkan sehingga mudah terlena dan sulit menyadari bahwa apa yang dilakukan menyimpang. Beberapa dampak negatif yang terbentuk akibat pergaulan yang salah antara lain:

  1. Hilangnya semangat belajar dan cenderung malas serta menyukai hal-hal yang melanggar norma sosial.
  2. Suramnya masa depan akibat terjerumus dalam dunia kelam, misal: kecanduan narkoba, terlibat dalam tindak kriminal dan sebagainya.
  3. Dijauhi masyarakat sekitar akibat dari pola perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.
  4. Tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh negatif yang terlanjur mencemari diri individu antara lain:

  1. Membangkitkan kesadaran kepada yang bersangkutan bahwa apa yang telah ia lakukan adalah menyimpang.
  2. Memutuskan rantai yang menghubungkan antara individu dengan lingkungan yang menyebab ia berperilaku menyimpang.
  3. Melakukan pengawasan sebagai control secara terus menerus agar terhindar dari perilaku yang menyimpang.
  4. Melakukan kegiatan konseling atau pemberian nasehat secara persuasif, sehingga anak tidak merasa bahwa ia di bawah proses pembimbingan.

Salah satu upaya untuk mewujudkan pola pergaulan yang sehat dan bermanfaat adalah dengan berpegang pada prinsip sebagai berikut.

  1. Jadilah Humas untuk Diri Sendiri

Langkah ini penting agar orang lain mengenal, mengetahui kemampuan dan prestasi anda. Sebarkan informasi ini saat anda bertemu relasi baru tetapi buanglah jauh-jauh sikap menyombongkan diri.

  1. Bidik Sasaran yang Tepat

Saat butuh sesuatu anda haru tahu kemana mencari batuan. Pikirkan tujuan yang ingin anda capai. Setelah itu buka daftar jaringan anda. Pilihlah relasi yang tepat yang bisa memberi hasil cepat. Mengorek informasi juga butuh kesabaran. Jika relasi tidak memberi solusi instan, anda haruss sedikit sabar. Tunggu samapi kapan ia menghubungi anda.

  1. Berbagi Hal yang Menyenangkan

Buatlah rekan anda merasa senang dan merasa nyaman bekerja atau berhubungan dengan anda.

  1. Bersosialisasi

Jangan terlalu banyak tenggelam ke belakang meja kerja. Sesekali hirup udara segar di luar sana. Temui orang-orang yang mempunyai potensi tinggi untuk memajukan karir anda.

  1. Biarkan Mereka Bicara

Jadilah pendengar yang baik. Waktu berbicara perhatikan isi pembicaraannya, dengarkan dengan sabar, jangan sampai terlihat anda sedang ‘menunggu giliran’ untuk berbicara. Biarkan ada sedikit jeda untuk menanggapi lawan bicara. Makin banyak anda bisa membuat relasi bicara, makin banyak informasi yang anda dapatkan.

  1. Buang Sikap Angkuh

Jangan pernah memandang rendah atau sebelah mata terhadap orang yang berposisi lebih rendah dari pada anda.

  1. Buat Mereka Merasa Penting

Buat relasi anda menjadi orang penting dengan mengingat beberapa detail pribadi.

  1. Bergabunglah dalam Berbagai Kegiatan

Banyak perkumpulan, organisasi atau klub professional yang didirikan dengan tujuan untuk membangun jaringan. Cobalah bergabung di salah satu perkumpulan yang paling sesuai dengan anda. Ini merupakan cara efektif untuk bertemu, berkenalan dan melakukan kontak dengan orang-orang yang bisa membantu perkembangan.

BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN

Haaiiiiiiii udah lama nih ga ngeblog sibuk sekolah nih soalnya, maklum kan kutilas setiap hari ada pr haha *curhat*. Okee kali ini gue dapet tugas dari guru BK untuk bikin tulisan tentang belajar efisien dan efektif. Dibaca yaaaa^^

1. Pengertian Belajar
Menurut sumber yang saya dapat pengertian Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respons, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respons) harus dapat diamati dan diukur.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar)

2. Persiapan Belajar

Berikut adalah langkah-langkah atau hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk kita memperoleh ilmu yang maksimal pada saat kita belajar :
• Kesiapan mental yang baik
• Kesiapan fisik yang baik
• Peralatan yang memadai
• Ruangan belajar yang nyaman dan kondusif
• Planning atau target yang kita miliki dalam belajar
• Jadwal yang rutin dan teratur
• Dan masih banyak lagi
(http://dwiwijayanto60.wordpress.com/2013/11/16/belajar-efektif-dan-efisien/)

3. Strategi Belajar Efektif dan Efisien
Sebelum mengetahui strategi belajar efektif dan efisien ada baiknya kita mengetahui arti strategi. Apa arti strategi???? Strategi merupakan istilah lain dari pendekatan, metode atau cara. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Berikut adalah contoh strategi belajar efektif dan efisien:

• Belajar Kelompok
Merupakan cara belajar yang menyenangkan karena Anda ditemani oleh teman-teman dan biasanya lebih santai dalam belajarnya. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

• Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian terpenting dalam suatu pembelajaran adalah mencatat semua ajaran yang diberikan bapak atau ibu guru, dan dapat dilakukan dibuku kecil atau notebook. Tapi perlu diingat bahan catatan tadi jangan dijadikan media untuk mencontek dalam ujian.

• Disiplin Dalam Belajar
Kedisiplinan memang perlu diterapkan dalam belajar, seperti disiplin waktu dan disiplin dalam berkonsentrasi pada pelajaran. Dengan adaya sifat disiplin dalam diri Anda, dapat dipastikan pelajaran yang Anda lakukan dapat efektif dan efisien.

• Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Ada pepatah Malu bertanya sesat di jalan, ternyata pepatah ini benar, terlebih jika dalam pelajaran. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya.

• Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti.
Jika Anda sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

• Hindari Belajar Berlebihan
Ternyata sesuatu yang berlebihan tidaklah bagus, begitu juga dalam belajar, seperti jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan.Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

• Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian, karena dengan mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya.

4. Gaya Belajar dan Prinsip Belajar

Gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Setiap individu tidak hanya belajar dengan kecepatan yang berbeda tetapi juga memproses informasi dengan cara yang berbeda. Cara memproses informasi yang diperoleh dikenal dengan istilah gaya belajar.
Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. perbedaaan gaya belajar itu menunjukkan cara tercepat dan terbaik bagi setiap individu bisa menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Ada beberapa gaya belajar yang mungkin dapat kita ikuti jika kita merasa cocok dengan gaya itu. Yaitu sebagai berikut:

• Gaya Belajar Visual (Visual Learners). Gaya belajar seperti ini menjelaskan bahwa kita harus melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
• Auditory Learners atau gaya belajar yang mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca. Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan, Pertama adalah menggunakan tape perekam sebagai alat bantu. Kedua yang bisa dilakukan adalah dengan wawancara atau terlibat dalam kelompok diskusi. Ketiga adalah dengan mencoba membaca informasi, kemudian diringkas dalam bentuk lisan dan direkam untuk kemudian didengarkan dan dipahami. Langkah terakhir adalah dengan melakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar.
• Gaya belajar yang ketiga adalah somatis, yakni belajar dengan bergerak dan berbuat, belajar somatis berarti belajar yang melibatkan fisik serta menggerakkan tubuh sewaktu belajar. Suatu penelitian neurologis telah membantah teori bahwa fikiran dan tubuh adalah dua entitas yang terpisah. Temuan mereka menunjukan bahwa pikiran tersebar di seluruh tubuh. Tubuh adalah pikiran, pikiran adalah tubuh. Keduanya merupakan suatu sistem elektrik-kimiawi-biologis yang benar-benar terpadu.

Sedangkan prinsip-prinsip dalam belajar yang harus kita pegang agar dalam belajar belajar kita mendapatkan hasil yang maksimal adalah:
• Hal apapun yang dipelajari, maka ia harus mempelajarinya sendiri. Tidak seorangpun yang dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya.
• Setiap orang belajar menurut tempo (kecepatannya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur, terdapat variasi dalam kecepatan belajar.
• Seseorang belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan (reinforcement).
• Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-langkah pembelajaran, memungkinkan dia belajar secara lebih berarti.
• Apabila seseorang diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri, maka ia lebih termotivasi untuk belajar, dan ia akan belajar dan mengingat lebih baik.
Prinsip belajar menunjuk kepada hal-hal penting yang harus dilakukan guru agar terjadi proses belajar siswa sehingga proses pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai hasil yang harapkan. Prinsip-prinsip belajar juga memberikan arah tentang apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh guru agar para siswa dapat berperan aktif di dalam proses pembelajaran.
http://uminatichusnahsharing.blogspot.com/2011/04/gaya-belajar.html
http://dwiwijayanto60.wordpress.com/2013/11/16/belajar-efektif-dan-efisien/

5. Modalitas Belajar dan ciri-cirinya

Modalitas adalah bagaimana cara termudahmu dalam menyerap informasi, apakah kamu lebih mudah menyerap informasi melalui cara visual (melihat), auditorial(mendengar), atau kinestetik (bergerak, bekerja, menyentuh). Setiap modalitas belajar memiliki ciri-ciri tersendiri. Berikut beberapa cirri-ciri orang dengan menggunakan modalitas-modalitas:

Ciri-ciri Orang dengan Modalitas visual:
a. Rapi dan teratur
b. Berbicara dengan cepat
c. Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
d. Teliti terhadap detail
e. Mementingkan penampilan
f. Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
g. Pembaca cepat dan tekun
h. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali bila ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
i. Biasanya tidak terganggu oleh keributan
j. Lebih suka membaca daripada dibacakan
k. Memerlukan pandangan dan tujuan yang menyeluruh serta bersikap waspada sebelum secara mental merassa pasti mengenai suatu masalah atau proyek
l. Mencorat-coret tanpa arti selama berbicara ditelepon dan dalam rapat
m. Lupa menyampaikan pesan verbal kepada ornag lain
n. Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak
o. Lebih suka melakukan demostrasi daripada berpidato
p. Lebih suka seni lukis daripada seni musik

Ciri-ciri orang dengan Modalitas Auditorial:
a. Berbicara kepada diri sendiri pada saat bekerja
b. Mudah terganggu oleh keributan
c. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
d. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
e. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara
f. Merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
g. Berbicara dalam irama yang terpola
h. Biasabnya merupakan pembicara yang fasih
i. Lebih suka seni musik daripada seni lukis
j. Belajar dengan mendengarkan dan lebih mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
k. Suka berbicara, sukaberdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
l. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
m. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskan sesuatu
n. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

Ciri-ciri orang dengan Modalitas Kinestetik:
a. Berbicara dengan perlahan
b. Menanggapi perhatian fisik
c. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
d. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
e. Selalu beriontasi pada fisik dan banyak bergerak
f. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
g. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
h. Banyak mengunakan isyarat tubuh
i. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
j. Belajar melalui memanipulasi dan praktik
k. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
http://mutiarabalqis43.blogspot.com/2013/03/modalitas-belajar-dan-ciri-cirinya.html